Medan – Prodi Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) telah menyelenggarakan kegiatan pelatihan pembuatan kompas kiblat yang diikuti oleh sekitar 80 mahasiswa. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya fakultas untuk meningkatkan pemahaman praktis mahasiswa dalam bidang astronomi Islam, khususnya dalam penentuan arah kiblat menggunakan teknologi sederhana yang mudah diakses.
Kompas kiblat merupakan alat yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari umat Islam, karena berfungsi untuk menentukan arah kiblat dengan memanfaatkan medan magnet bumi. Alat ini dirancang untuk dapat mengukur arah kiblat dengan mudah dan akurat, sehingga membantu umat Islam dalam melaksanakan ibadah shalat dengan tepat. Penggunaan kompas kiblat menjadi solusi praktis, terutama bagi mereka yang berada di tempat-tempat yang belum memiliki penunjuk arah kiblat yang permanen.
Kegiatan pelatihan ini memiliki tujuan utama untuk melatih mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara dalam membuat kompas kiblat secara mandiri. Dengan kemampuan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memahami teori tentang penentuan arah kiblat, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam bentuk alat yang dapat digunakan secara praktis. Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis mahasiswa dalam membuat instrumen sederhana yang berkaitan dengan ilmu falak.
Pelaksanaan kegiatan pelatihan ini dirancang secara sistematis dalam tiga tahap yang saling berkesinambungan. Tahap pertama adalah tahap pendahuluan, dimana mahasiswa diberikan penjelasan komprehensif tentang arah kiblat dan dasar-dasar teoritis yang melatarbelakangi pembuatan kompas kiblat. Pada tahap ini, metode yang digunakan adalah diskusi interaktif untuk memastikan semua peserta memahami konsep dasar yang akan diterapkan dalam pembuatan kompas.
Materi yang diberikan kepada mahasiswa mencakup berbagai aspek penting, mulai dari teori arah kiblat, cara menentukan arah kiblat, perhitungan arah kiblat, hingga teknik pembuatan kompas kiblat. Penjelasan dimulai dengan pemahaman bahwa penentuan arah kiblat berkaitan erat dengan posisi suatu tempat di permukaan Bumi. Oleh karena itu, arah kiblat ditentukan dengan cara menghitung posisi suatu tempat di permukaan Bumi terhadap kiblat yang berada di Makkah.
Meskipun secara keseluruhan kegiatan berjalan dengan baik, terdapat beberapa kendala yang dihadapi selama pelaksanaan pelatihan. Kendala utama terletak pada proses perhitungan arah kiblat menggunakan trigonometri bola, karena tidak semua mahasiswa memiliki kemampuan yang baik dalam melakukan perhitungan matematis yang kompleks. Hal ini memerlukan pendampingan ekstra dari instruktur untuk memastikan semua mahasiswa dapat mengikuti proses perhitungan dengan baik.
Untuk mengatasi kendala tersebut, instruktur memberikan penjelasan tambahan dan menyediakan contoh-contoh perhitungan yang lebih sederhana. Selain itu, mahasiswa juga diberikan tabel dan rumus praktis yang dapat membantu mereka dalam melakukan perhitungan arah kiblat tanpa harus menguasai seluruh aspek trigonometri bola secara mendalam.
Keberhasilan pelatihan ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang menggabungkan teori dan praktik dapat memberikan hasil yang optimal bagi mahasiswa. Dengan memahami cara membuat kompas kiblat, mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam masyarakat, memberikan solusi praktis bagi kebutuhan penentuan arah kiblat di lingkungan mereka masing-masing.
Kegiatan pelatihan pembuatan kompas kiblat ini juga merupakan bagian dari upaya Prodi Ilmu Falak UMSU untuk terus berinovasi dalam metode pembelajaran dan memberikan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Diharapkan ke depannya, kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan diperluas jangkauannya untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Prodi Ilmu Falak UMSU dalam mengembangkan keterampilan praktis mahasiswa di bidang astronomi Islam.


