Medan, 30 Juni 2025 – Program Studi Ilmu Falak Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar acara istimewa untuk menyambut implementasi Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) dan dimulainya Tahun Baru Islam 1447 Hijriah pada Senin, 5 Muharram 1447 H (30 Juni 2025).
Acara yang diselenggarakan di ruangan Planetarium Observatorium Ilmu Falak (OIF) UMSU ini dihadiri oleh seluruh mahasiswa Program Studi Ilmu Falak, dosen, serta tamu khusus. Ketua Program Studi, Dr. Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, M.A., tampil sebagai pembicara utama dengan menyampaikan pidato dan arahan terkait momentum bersejarah ini.
KHGT: Revolusi Sistem Kalender Islam Global
Dalam pidatonya, Dr. Arwin menekankan bahwa implementasi KHGT merupakan momentum bersejarah yang akan mengubah cara umat Islam di seluruh dunia dalam menentukan awal bulan Hijriah. “KHGT bukan sekadar sistem kalender, tetapi representasi persatuan umat Islam dalam aspek waktu dan peribadatan,” ungkapnya.
Ketua Prodi menjelaskan bahwa KHGT akan mengakhiri perbedaan penetapan awal bulan yang selama ini menjadi perdebatan di berbagai negara Muslim. “Dengan KHGT, umat Islam di Indonesia, Arab Saudi, Malaysia, atau negara manapun akan merayakan Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha pada hari yang sama,” jelasnya.
KHGT juga dinilai akan memperkuat identitas global umat Islam sekaligus memajukan ilmu astronomi Islam. Sistem ini menggunakan perhitungan astronomis yang akurat dan dapat diverifikasi secara ilmiah, menggabungkan tradisi rukyat dengan kemajuan teknologi modern.
Dukungan Akademik untuk Sosialisasi KHGT
Dr. Arwin mengajak mahasiswa dan civitas akademika untuk menjadi pionir dalam sosialisasi dan implementasi KHGT di Indonesia. “Sebagai akademisi ilmu falak, kita memiliki tanggung jawab untuk mengedukasi masyarakat tentang keunggulan dan manfaat KHGT,” pesannya.
Ia menekankan bahwa mahasiswa Program Studi Ilmu Falak harus mampu menjelaskan aspek teknis KHGT kepada masyarakat, termasuk metodologi perhitungan astronomis yang digunakan. “Kalian adalah jembatan antara kompleksitas ilmu astronomi dengan pemahaman masyarakat awam tentang KHGT,” tambahnya.
Program Studi juga berkomitmen untuk mengintegrasikan materi KHGT dalam kurikulum pembelajaran, sehingga lulusan dapat menjadi tenaga ahli yang mendukung implementasi sistem kalender ini di berbagai lembaga dan organisasi Islam.
Integrasi Teknologi Modern dalam KHGT
Ketua Prodi juga menjelaskan bagaimana KHGT mengintegrasikan kearifan tradisional rukyat dengan teknologi astronomi modern. Sistem ini menggunakan data observasi bulan yang akurat dari berbagai observatorium dunia, termasuk Observatorium Ilmu Falak (OIF) UMSU.
“KHGT menunjukkan bahwa Islam tidak anti-sains, tetapi justru mendorong penggunaan teknologi untuk kesempurnaan ibadah,” jelasnya. Sistem ini juga memungkinkan prediksi yang akurat untuk perencanaan kegiatan keagamaan jangka panjang.
Acara ini menandai dukungan penuh Program Studi Ilmu Falak FAI UMSU terhadap implementasi KHGT, sekaligus komitmen untuk menjadi pusat edukasi dan sosialisasi sistem kalender revolusioner ini kepada masyarakat luas.
Implementasi KHGT: Tantangan dan Peluang
Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) merupakan terobosan sistem kalender yang akan menyatukan umat Islam dunia dalam penentuan awal bulan Hijriah. Implementasi KHGT diharapkan dapat mengatasi perbedaan penetapan yang selama ini sering menimbulkan kebingungan di kalangan umat Islam.
Sistem ini menggunakan metodologi astronomis yang dapat diverifikasi secara ilmiah, menggabungkan data observasi dari berbagai observatorium internasional. KHGT juga memungkinkan perencanaan kegiatan keagamaan yang lebih terstruktur dan dapat diprediksi dengan akurat.
Meskipun masih menghadapi tantangan sosialisasi dan penerimaan di berbagai negara, KHGT dipandang sebagai solusi modern untuk masalah klasik yang telah berlangsung berabad-abad dalam dunia Islam.
Dengan diselenggarakannya acara ini, Program Studi Ilmu Falak FAI UMSU menunjukkan komitmennya untuk turut berpartisipasi aktif dalam perkembangan ilmu falak global dan memperkuat posisi Indonesia dalam khazanah keilmuan Islam dunia.
Dengan implementasi KHGT, diharapkan umat Islam di seluruh dunia dapat merasakan persatuan yang lebih kuat dalam menjalankan ibadah dan perayaan hari-hari besar Islam. Program Studi Ilmu Falak FAI UMSU melalui Observatorium Ilmu Falak (OIF) yang dilengkapi planetarium modern, siap mendukung sosialisasi dan implementasi sistem kalender revolusioner ini.
Informasi lebih lanjut:
- Website: ilmufalak.umsu.ac.id
- Instagram: @ilmufalak_umsu
- Facebook: @ilmufalakumsu
- X: @ilmufalak_umsu
- Program Studi Ilmu Falak FAI UMSU
Kontak Media: Program Studi Ilmu Falak Fakultas Agama Islam UMSU Jl. Denai No. 217, Medan.


