MESYUARAT KERJASAMA PROGRAM AKADEMIK FALAK UniSZA–UMSU DAN LAWATAN KE BALAI CERAP KUSZA PERKUKUH SINERGI KEILMUAN SERUMPUN
Terengganu, Malaysia – Setelah sukses menyelenggarakan Kolokium Falak dan Kontemporari Islam, delegasi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) melanjutkan agenda akademiknya melalui Mesyuarat Kerjasama Program Akademik Falak UniSZA–UMSU yang berlangsung di Bilik Mesyuarat ESERI, Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), pada Kamis, 18 Juni 2026. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan lawatan akademik ke Balai Cerap KUSZA, ESERI UniSZA, yang berlokasi di Merang, Terengganu.
Pertemuan yang berlangsung sejak pukul 15.15 hingga 16.25 waktu setempat tersebut menjadi forum strategis untuk membahas berbagai peluang kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, mobilitas dosen dan mahasiswa, serta pengembangan program akademik Ilmu Falak antara kedua institusi.
Delegasi UMSU dipimpin oleh pimpinan Fakultas Agama Islam dan Program Studi Ilmu Falak, sementara pihak UniSZA diwakili oleh para akademisi dan peneliti dari Fakulti Pengajian Kontemporari Islam (FKI) serta East Coast Environmental Research Institute (ESERI). Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan produktif, mencerminkan semangat persaudaraan akademik antara Indonesia dan Malaysia yang telah terjalin selama ini.
Dalam diskusi tersebut, kedua belah pihak membahas langkah-langkah konkret untuk memperkuat kolaborasi akademik, khususnya dalam pengembangan kurikulum Ilmu Falak, pelaksanaan penelitian bersama, publikasi internasional, program visiting lecturer, pertukaran mahasiswa, serta penguatan kapasitas laboratorium dan observatorium falak. Selain itu, dibahas pula peluang penyelenggaraan seminar dan konferensi internasional secara berkala yang dapat menjadi wadah pertukaran gagasan para akademisi falak di kawasan Asia Tenggara.
Sementara itu, pihak ESERI UniSZA menyambut baik berbagai inisiatif yang diajukan dan menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kerja sama dengan UMSU dalam bidang pendidikan dan penelitian falak. Kesamaan visi dalam pengembangan astronomi Islam dan kajian falak menjadi modal utama bagi keberlanjutan kolaborasi kedua institusi.
Usai melaksanakan mesyuarat, delegasi UMSU melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi Balai Cerap KUSZA, salah satu pusat observasi astronomi dan falak terkemuka di Malaysia yang berada di bawah pengelolaan ESERI UniSZA. Perjalanan menuju lokasi observatorium dimulai pada pukul 16.30 waktu setempat dan tiba di kawasan Merang menjelang sore hari.
Kunjungan diawali dengan sesi taklimat mengenai sejarah pendirian, fungsi, serta perkembangan Balai Cerap KUSZA dalam mendukung kegiatan penelitian astronomi dan falak di Malaysia. Para peserta mendapatkan penjelasan langsung mengenai berbagai program observasi yang dilakukan, mulai dari rukyah hilal, pengamatan Matahari, kajian cuaca antariksa, hingga penelitian astronomi yang melibatkan mahasiswa dan peneliti.
Delegasi juga berkesempatan mengunjungi galeri dan kubah observatorium yang menjadi pusat kegiatan pengamatan astronomi. Berbagai instrumen observasi modern diperkenalkan kepada peserta, termasuk teleskop dan perangkat pendukung yang digunakan dalam penelitian falak dan astronomi. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung mengenai pengelolaan observatorium modern yang terintegrasi dengan kegiatan pendidikan dan penelitian.
Kunjungan akademik ke Balai Cerap KUSZA tidak hanya memberikan pengalaman ilmiah yang berharga, tetapi juga membuka peluang kerja sama lebih luas dalam bidang observasi astronomi, pengembangan laboratorium falak, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Delegasi UMSU memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai bagaimana observatorium dapat berperan sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen untuk memperkuat hubungan akademik antara UMSU dan UniSZA. Melalui mesyuarat kerja sama dan lawatan ke Balai Cerap KUSZA ini, kedua institusi semakin meneguhkan tekad untuk membangun kolaborasi yang berkelanjutan dalam pengembangan ilmu falak, astronomi Islam, dan pendidikan tinggi yang berdaya saing global.

