Palembang, Sumatera Selatan- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Falak Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Salah satu mahasiswa Semester IV, Nasrul Azmi, dipercaya sebagai peserta dalam kegiatan Training of Trainers (TOT) Da’i dan Da’iyah Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatera 2026 yang diselenggarakan di Palembang, Sumatera Selatan, pada tanggal 3–6 Juni 2026.
Keikutsertaan Nasrul Azmi dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kepercayaan yang diberikan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, sebagaimana tertuang dalam surat resmi permohonan izin keikutsertaan yang ditujukan kepada Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
Dalam kegiatan ini, Nasrul Azmi menjadi salah satu peserta yang mewakili Bank Indonesia Pematangsiantar bersama peserta lainnya dari berbagai daerah di Pulau Sumatera.
Partisipasi mahasiswa Program Studi Ilmu Falak FAI UMSU pada kegiatan tingkat regional ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Ilmu Falak tidak hanya memiliki kompetensi dalam bidang astronomi Islam dan penentuan waktu ibadah, tetapi juga mampu mengambil peran aktif dalam pengembangan literasi ekonomi dan keuangan syariah di tengah masyarakat.
Kegiatan ToT Da’i dan Da’iyah merupakan salah satu rangkaian Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatera 2026 yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia dalam bidang ekonomi dan keuangan syariah. Melalui pelatihan ini, para peserta dibekali pemahaman mengenai strategi dakwah ekonomi syariah, penguatan kemampuan komunikasi publik, perkembangan industri halal, serta berbagai isu kontemporer terkait ekonomi syariah di Indonesia.
Salah satu narasumber yang memberikan materi dalam kegiatan tersebut adalah Dr. Ardiansyah Rahmadi, Lc., M.Si. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan pentingnya peran da’i dan da’iyah sebagai agen edukasi masyarakat dalam menyebarluaskan nilai-nilai ekonomi syariah yang berkeadilan, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Selain itu, beliau juga menekankan perlunya pendekatan dakwah yang adaptif terhadap perkembangan zaman sehingga mampu menjawab berbagai tantangan sosial dan ekonomi masyarakat modern.
Nasrul Azmi mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan untuk mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini memberikan banyak pengalaman berharga serta wawasan baru yang dapat menjadi bekal untuk berkontribusi dalam menyebarluaskan pemahaman ekonomi syariah kepada masyarakat, khususnya di lingkungan akademik dan daerah asalnya.
“Kegiatan ini memberikan banyak ilmu dan pengalaman yang sangat berharga. Saya berharap wawasan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk turut berkontribusi dalam mengembangkan literasi ekonomi syariah di tengah masyarakat serta menjadi sarana dakwah yang membawa manfaat bagi umat,” ungkap Nasrul Azmi.
Ketua Program Studi Ilmu Falak FAI UMSU menyambut baik capaian tersebut sebagai bagian dari komitmen program studi dalam mendorong mahasiswa untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan akademik, pelatihan, dan forum strategis di tingkat regional maupun nasional.
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa Ilmu Falak dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Keikutsertaan Nasrul Azmi dalam ToT Da’i dan Da’iyah FESyar Sumatera 2026 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kapasitas diri, memperluas jaringan, serta mengambil peran aktif dalam berbagai bidang pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.
Prestasi ini kembali menegaskan bahwa Program Studi Ilmu Falak Fakultas Agama Islam UMSU tidak hanya melahirkan generasi yang unggul dalam keilmuan falak dan astronomi Islam, tetapi juga mencetak kader-kader intelektual yang siap berkontribusi dalam pengembangan dakwah, ekonomi syariah, dan kemajuan umat di tingkat regional maupun nasional.

