Terengganu, Malaysia – Delegasi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dan Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) berhasil menyelenggarakan Kolokium Falak dan Kontemporari Islam pada Kamis, 18 Juni 2026 di Smart Classroom. Library UniSZA, Trengganu, Malaysia. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting dalam rangka memperkuat kolaborasi akademik antara kedua institusi sekaligus memperkaya khazanah keilmuan Islam kontemporer dan ilmu falak.
Kolokium yang berlangsung sejak pukul 11.00 hingga 13.30 waktu setempat tersebut dihadiri oleh pimpinan universitas, dosen, peneliti, mahasiswa, serta para pemerhati ilmu falak dari Indonesia dan Malaysia.
Dalam kesempatan tersebut, Assoc. Prof. Dr. Zailani, M.A., Dekan Fakultas Agama Islam UMSU, menyampaikan kuliah utama bertajuk “Pendidikan Islam: Peradaban dan Ilmu Pengetahuan.” Dalam paparannya, beliau menegaskan bahwa pendidikan Islam harus mampu menjadi penggerak kemajuan peradaban melalui integrasi antara nilai-nilai keislaman, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Menurutnya, pengembangan ilmu tidak boleh dipisahkan dari pembentukan karakter dan nilai kemanusiaan yang menjadi fondasi utama pendidikan Islam.
Usai penyampaian kuliah utama, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dimoderatori oleh Dr. Nur Zulaikha Mohd Afandi, Felo Penyelidik ESERI UniSZA. Dalam sesi ini peserta mendapatkan kesempatan untuk berdialog langsung mengenai tantangan pendidikan Islam di era globalisasi, penguatan identitas keilmuan Islam, serta peluang kerja sama akademik lintas negara.
Kolokium kemudian menghadirkan berbagai pembentangan ilmiah yang mengangkat isu-isu kontemporer dari perspektif Islam dan falak. Rafieqah Nalar Rizky, M.A., Ketua OIC UMSU, membahas tema “HAM dan Media Sosial: Antara Kebebasan dan Tanggung Jawab.” Paparan ini menyoroti pentingnya keseimbangan antara kebebasan berekspresi dengan etika dan tanggung jawab moral dalam penggunaan media sosial di era digital.
Selanjutnya, Dr. Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, M.A., Kepala Observatory of Islamic Astronomy (OIF) UMSU, memperkenalkan peran dan kontribusi OIF UMSU dalam pengembangan ilmu falak melalui presentasi berjudul “OIF UMSU: Pengenalan, Peran, dan Kolaborasinya.” Beliau menjelaskan berbagai program penelitian, publikasi, pengabdian masyarakat, serta jaringan kerja sama yang telah dibangun OIF UMSU dalam pengembangan astronomi Islam di tingkat nasional maupun internasional.
Dari pihak UniSZA, Prof. Madya Ts. Dr. Roslan Umar, Pengarah ESERI, membentangkan materi bertajuk “Balai Cerap KUSZA: Pencetus Perkembangan Ilmu Falak di Malaysia.” Beliau menjelaskan sejarah, peranan, dan sumbangan Balai Cerap KUSZA dalam memajukan penelitian falak dan astronomi di Malaysia, termasuk kontribusinya dalam observasi hilal dan pendidikan astronomi Islam.
Kajian falak juga diperkaya melalui pemaparan Dr. Sharifah Nurul Aisyah Binti Syed Zafar mengenai “Pemerhatian Matahari dan Cuaca Angkasa menurut Sains, Iman dan Tabayyun.” Materi ini menghubungkan kajian saintifik mengenai aktivitas Matahari dan cuaca antariksa dengan perspektif keimanan serta pentingnya verifikasi ilmiah dalam memahami fenomena alam.
Sementara itu, Dr. Nur Zulaikha Mohd Afandi menyampaikan presentasi berjudul “Penyelidikan Falak dan Astronomi di UniSZA.” Dalam pemaparannya, beliau memperkenalkan berbagai aktivitas penelitian falak dan astronomi yang sedang dikembangkan oleh UniSZA. Serta Muhammad Hidayat, M.Pd yang menyampaikan Peluang Kolaborasi Akademik dan Kerjasama Strategis di Bidang Ilmu Falak.
Kegiatan kolokium ditutup dengan penyampaian cenderamata, sesi foto bersama, dan jamuan makan siang yang menjadi simbol persahabatan serta komitmen kedua institusi untuk terus memperkuat kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan ilmu falak.
Melalui penyelenggaraan Kolokium Falak dan Kontemporari Islam ini, UMSU dan UniSZA menunjukkan komitmen bersama dalam membangun ekosistem keilmuan yang kolaboratif, inovatif, dan berorientasi pada kemajuan peradaban Islam. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam melahirkan berbagai program akademik, penelitian, dan publikasi bersama yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu falak dan studi Islam kontemporer di kawasan Asia Tenggara.


